Ketahui Tingkat Kekentalan Oli Mobil yang Baik

icon 25 February 2026
icon Admin

Ada banyak jenis tingkat kekentalan oli mobil di pasaran yang bisa diaplikasikan pada kendaraan dengan spesifikasi tertentu. Itu sebabnya digunakan kode khusus untuk membedakan tingkat kekentalannya. 

Salah satu kode untuk standarisasi kekentalan oli yang kerap digunakan berasal dari lembaga Amerika seperti SAE 20W-50 atau SAE 10W30. 

Itu sebabnya Anda tidak bisa asal membeli ketika ingin mengganti oli karena bisa berdampak pada performa mesin. Sebenarnya, apa saja jenis standarisasi tingkat kekentalan oli pada mobil dan bagaimana cara membaca kode pada kemasan? Berikut penjelasannya. 

Standarisasi Tingkat Kekentalan Oli Mobil

Untuk bisa memilih oli mesin yang baik, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipahami. Pertama, Anda harus mengerti tipe mesin kendaraan yang dimiliki. 

Kedua, mengetahui tingkat kekentalan pelumas yang digunakan, dan yang ketiga memahami kode yang tertera pada kemasan oli. Untuk poin kedua yaitu standar kekentalan oli terbagi menjadi dua bagian, yaitu: 

  • Monograde

Dikenal juga dengan nama single grade, merupakan jenis oli dengan tingkat kekentalan tunggal. Artinya, perubahan kekentalan atau tingkat viskositas-nya terhadap perubahan suhu mesin sangat minim.  

Oli jenis ini dirancang mampu bekerja secara maksimal untuk suhu tertentu. Itu sebabnya, oli monograde kerap diaplikasikan di lingkungan dengan suhu yang stabil atau digunakan di mesin tertentu, misalnya mesin industri. 

  • Multigrade

Jenis kekentalan oli yang kedua adalah multigrade, merupakan jenis pelumas yang dapat diaplikasikan pada mesin mobil dengan suhu berapapun. 

Oli jenis ini mampu menjaga viskositas-nya sehingga kinerjanya tetap optimal dalam memberikan perlindungan ke setiap komponen mesin. 

Membaca Tingkat Kekentalan Oli 

Selain jenis kekentalan oli, Anda juga harus bisa membaca kode yang tertera pada kemasannya. 

Untuk pembahasan kali ini mengulas tentang kode standar kekentalan SAE (Society of Automotive Engineers) dari Amerika yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka, misalnya SAE 20W-50. Lantas, bagaimana cara membaca kode tersebut? Berikut penjelasannya.

  • SAE-20W50

Pada kode SAE 20W-50, cara membacanya adalah 20 saat berada di musim dingin dan saat suhu mencapai 100 derajat celcius oli ini memiliki viskositas sebesar 50. 

Ini menandakan bahwa tingkat kekentalan oli mobil dengan kode SAE 20W-50 cukup tinggi baik suhu dingin maupun panas. Cocok untuk mobil yang menggunakan mesin berusia lebih tua atau kerap beraktivitas pada suhu tinggi.

  • SAE-15W40

Kode kedua ini menandakan bahwa oli mesin tersebut mempunyai viskositas 15 pada suhu rendah dan menjadi sedikit lebih kental (40) ketika mencapai suhu yang lebih tinggi. 

Oli jenis ini cocok diaplikasikan pada mesin kendaraan jenis bensin dan diesel yang aktivitas operasionalnya cukup berat. 

  • SAE-10W30  

Kode tingkat kekentalan oli mobil yang ketiga adalah SAE 10W-30. Merupakan jenis oli paling ideal untuk mobil yang beroperasi di iklim tropis layaknya Indonesia. 

Kode ini menandakan nilai viskositas-nya tidak terlalu tinggi sedang saat suhu dingin dan menjadi sedikit lebih kental ketika berada pada suhu panas. 

  • SAE-10W40  

Oli dengan kode SAE 10W-40 juga cocok jika diaplikasikan pada mobil yang ada di iklim tropis. Sebab, oli jenis ini pada suhu dingin nilai viskositas-nya sedangkan saat suhu panas menjadi lebih kental. 

Jenis Oli Mana yang Cocok untuk Mobil di Indonesia? 

Pemilihan jenis oli sangat memengaruhi kinerja mesin mobil. Jika Anda memiliki mobil keluaran lama atau dibawah tahun 2000-an, disarankan untuk menggunakan oli dengan viskositas tinggi seperti SAE 20W-50. 

Namun apabila mobil yang dimiliki merupakan keluaran tahun 2016 hingga 2023, sebaiknya memilih pelumas dengan viskositas yang lebih rendah. Intinya, ketahui terlebih dahulu tipe mesin mobil Anda  lalu pahami tingkat kekentalan oli dan cara membaca kode pada kemasan. 

Kunjungi website resmi Suzuki melalui link http://suzukimobilsultra.co.id dan temukan berbagai artikel menarik seputar otomotif.