Panduan Jelajah Rute Wisata Alam Kendari Bersama Suzuki Jimny
Hampir semua masalah di jalur tanah berawal dari persiapan yang kurang. Periksa hal-hal berikut:
- Fluida dan rem: pastikan kondisi oli gardan, minyak rem, dan suspensi sehat sebelum medan berat.
- Ban dan kompresor: bawa kompresor portabel di bagasi. Anda akan memerlukannya untuk mengembalikan tekanan angin setelah keluar dari jalur.
- Tekanan ban untuk medan lunak: kempiskan beberapa psi di bawah setelan harian saat masuk tanah basah atau batuan, supaya bidang kontak ban melebar dan guncangan teredam. Jangan berlebihan. Pelek dan dinding ban bisa rusak bila terlalu kempis.
- Kabar cuaca dan teman perjalanan: hindari berangkat sendirian bila hujan baru reda.
Catatan: tekanan rendah hanya untuk medan lunak atau berbatu. Begitu kembali ke aspal, terutama aspal basah, kembalikan ke angka pada stiker pilar pintu.
Saat di Jalur: Empat Keputusan yang Menentukan
1. Kapan pindah ke 4H
Begitu aspal berganti kerikil lepas atau tanah basah, berhenti sejenak dan pindahkan tuas transfer dari 2H ke 4H. Tenaga terbagi ke poros depan dan belakang, dan arah mobil terasa lebih mantap di permukaan licin. Kembali ke 2H begitu aspal kering muncul lagi. Penggerak empat roda jenis ini tidak untuk dipakai di jalan kering.
2. Kapan perlu 4L
Pakai 4L pada tanjakan terjal berbatu atau kubangan lumpur tebal. Mode rendah melipatgandakan torsi di putaran mesin rendah, sehingga mobil bisa merayap tanpa Anda menginjak gas dalam-dalam. Ikuti prosedur perpindahan di buku manual, karena caranya berbeda pada transmisi manual dan matik.
3. Jaga momentum, jangan agresif
Injak gas dengan irama teratur. Hentakan gas hanya membuat roda berputar liar dan mengikis tanah gembur di bawahnya. Pegang setir dengan tenang dan biarkan roda depan tetap lurus saat memanjat batu. Membanting setir di bawah beban berat membebani as roda depan dan sambungan kemudi.