Mobil Sering Mbrebet? Ini Kebiasaan Pengisi BBM yang Harus Diubah
Ketika mobil sering mbrebet, banyak orang langsung menyalahkan kondisi mesin atau komponen injeksi. Padahal, penyebabnya bisa berasal dari kebiasaan Anda sendiri saat mengisi bahan bakar.
Pengisian BBM yang kelihatannya sepele bisa berdampak besar pada performa mesin, terutama pada mobil modern yang sistemnya sangat sensitif.
Jika Anda sering merasakan tarikan tidak stabil, mesin tersendat, atau mobil seperti kehilangan tenaga, ini waktu yang tepat untuk mengevaluasi cara Anda mengisi BBM.
Kebiasaan Pengisi BBM yang Perlu Diubah Agar Mobil Tidak Mbrebet
Berikut beberapa kebiasaan pengisian bahan bakar yang perlu Anda ubah agar mobil tidak lagi mbrebet dan performanya kembali maksimal:
-
Terlalu Sering Mengisi BBM Jenis Berbeda
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mencampur jenis BBM yang berbeda-beda. Misalnya, Anda isi Pertalite hari ini, lalu Solar atau Pertamax untuk keesokan harinya.
Mobil modern, terutama yang menggunakan sistem injeksi, membutuhkan bahan bakar dengan kadar oktan yang sesuai.
Perbedaan oktan ini berpengaruh pada proses pembakaran. Jika oktannya terlalu rendah, pembakaran menjadi tidak sempurna dan menyebabkan mobil sering mbrebet.
Untuk mencegah hal ini, Anda sebaiknya memilih satu jenis BBM yang sesuai rekomendasi pabrik dan menggunakannya secara konsisten.
-
Mengisi BBM Saat Truk Pengangkut Sedang Bongkar Muatan
Ini adalah kebiasaan yang jarang disadari tetapi sangat berpengaruh. Ketika truk pengangkut BBM sedang mengisi tangki bawah tanah SPBU, endapan kotoran di dasar tangki akan teraduk.
Jika Anda mengisi BBM pada saat itu, ada kemungkinan kotoran ikut terpompa ke dalam mobil. Kotoran ini bisa menyumbat filter, menyebabkan pembakaran tidak sempurna, dan membuat mesin mbrebet saat akselerasi.
Solusinya, hindari mengisi bahan bakar ketika Anda melihat truk tangki sedang melakukan pengisian di SPBU tersebut.
-
Membiarkan Tangki Sering dalam Keadaan Hampir Kosong
Kebiasaan lain yang harus Anda tinggalkan adalah membiarkan tangki BBM sering mendekati kosong. Pada tangki yang hampir kosong, kotoran di dasar lebih mudah tersedot ke sistem bahan bakar.
Ini dapat menyumbat injektor atau filter dan menyebabkan gejala mbrebet. Selain itu, ruang kosong dalam tangki bisa memicu kondensasi sehingga air bisa masuk ke sistem bahan bakar.
Campuran BBM dan air jelas membuat pembakaran menjadi tidak optimal. Cobalah untuk mengisi ulang ketika indikator masih menunjukkan seperempat tangki.
-
Mengisi BBM Sambil Menyalakan Mesin
Beberapa pengemudi mengisi BBM tanpa mematikan mesin karena alasan ingin cepat atau malas menyalakan ulang. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat sensor-sensor elektronik membaca data yang tidak stabil.
Pada beberapa kasus, ECU (Engine Control Unit) menyesuaikan campuran udara dan bahan bakar secara salah sehingga mobil menjadi mbrebet setelah pengisian.
Selalu matikan mesin sebelum mengisi BBM, bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas sistem bahan bakar.
-
Mengisi BBM dari Sumber Tidak Resmi
BBM eceran atau sumber tidak resmi sering kali tidak terjamin kualitasnya. Bisa saja dicampur air, thinner, atau oktannya tidak sesuai standar. Bahan bakar yang kualitasnya buruk adalah penyebab utama mobil mbrebet karena proses pembakaran terganggu.
Jika Anda ingin mobil tetap sehat, pilih SPBU resmi dan hindari BBM yang dijual dalam botol atau jeriken, terutama untuk mobil modern.
Mobil sering mbrebet sering kali bukan disebabkan kerusakan mesin, tetapi kebiasaan Anda saat mengisi BBM. Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan di atas, Anda bisa menjaga sistem bahan bakar tetap bersih, performa mesin stabil, dan mobil lebih nyaman dikendarai setiap hari.
Jika gejala mbrebet tetap muncul, barulah Anda dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke bengkel untuk memastikan tidak ada komponen lain yang bermasalah. Kunjungi bengkel Suzuki Mobil Sutra untuk perawatan kendaraan Anda.