Mengabaikan Indikator Tekanan Ban di Dashboard

icon 16 March 2026
icon Admin

Pada mobil terdapat lampu indikator. Lampu tersebut terdiri dari berbagai simbol salah satunya menandakan tekanan ban. 

Apabila lampu indikator sedang menyala maka menunjukkan sedang terjadi suatu masalah pada mobil Anda. Apa yang terjadi? Berikut informasinya untuk Anda. 

Penyebab Lampu Indikator Tekanan Ban Mobil Menyala 

Saat lampu indikator tekanan ban mobil ini menyala maka artinya tekanan angin dari salah satu ban sedang terlalu rendah. Lebih tepatnya kurang dari 25%.

Indikator akan menyala selama satu detik saat Anda menyalakan mesin mobil. Saat tekanan ban mobil Anda isi kembali, maka lampu indikator tersebut akan otomatis mati. Maka dari itu jangan abaikan peringatan ini. Pastikan Anda segera melakukan pengisian 

Dampak Mengabaikan Lampu Indikator Tekanan Ban Mobil 

Saat Anda mengabaikan lampu indikator tekanan ban mobil yang menyala, artinya Anda membiarkan tekanan ban dalam kondisi rendah. Tindakan tersebut sangat tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan:

  1. Mobil Limbung Saat Bermanuver 

Tekanan ban mobil yang rendah atau kurang kemudian Anda biarkan akan menyebabkan ban mendapatkan tekanan yang terlalu berlebihan. 

Terutama pada area dinding ban. Tekanan yang rendah tidak dapat membuat dinding ban bekerja secara maksimal. Akhirnya saat Anda berkendara dengan kecepatan tinggi dan bermanuver, mobil menjadi limbung. 

  1. Keausan Ban Mobil Lebih Cepat 

Saat tekanan ban mobil Anda rendah, maka bagian tengah ban akan melengkung ke bagian dalam. 

Kondisi tersebut memengaruhi gesekan yang terjadi lebih besar di bagian luar ban mobil. Ketidakrataan tersebut akan membuat keausan ban mobil terjadi lebih cepat. 

  1. Bahan Bakar Lebih Boros 

Konsumsi bahan bakar juga lebih meningkat saat tekanan ban mobil rendah. Ini karena ban yang kempes akan menciptakan hambatan gulir lebih besar. 

Mesin pun harus bekerja lebih keras untuk memutar ban yang kempes tersebut. Dampaknya konsumsi bahan bakar akan lebih besar. 

  1. Kerusakan Ban Terjadi Lebih Cepat 

Tekanan ban mobil yang kurang akan menimbulkan efek buruk pada ban. Misalnya ban mobil yang rusak lebih cepat. Efek buruk lainnya adalah, handling akan menjadi lebih berat dan daya cengkeram berkurang. 

  1. Dinding Ban Mengalami Keretakan 

Apabila Anda mengabaikan kondisi tekanan ban mobil yang rendah, maka dinding ban akan mengalami keretakan dan melepuh. Apalagi jika Anda menggunakan mobil untuk perjalanan yang jauh dan dalam kecepatan tinggi. 

Kondisi tersebut bisa disebabkan karena adanya defleksi berlebihan karena tekanan udara yang kurang pada ban mobil. Karena itu dinding ban mengalami keretakan. 

  1. Ban Bisa Pecah 

Tekanan ban mobil yang rendah akan menyebabkan ban mobil tidak mempunyai area kontak dengan permukaan jalan yang sesuai atau bahkan berlebihan. 

Mobil pun terasa berat dan tekanannya semakin rendah. Kondisi tersebut akan menyebabkan ban berisiko pecah. 

  1. Jarak Pengereman yang Jauh 

Ban yang kekurangan angin tidak bisa menapak dengan sempurna di permukaan jalan. Risikonya area kontak dengan aspal menjadi tidak stabil. 

Ketika Anda mengerem secara mendadak, maka daya cengkeramnya akan berkurang secara drastis. 

Sementara itu saat di jalan yang basah, mobil dengan ban kempes lebih mudah mengalami hydroplaning yang membuat Anda kehilangan kendali pada kemudi. 

Segera melakukan tindakan setelah mengetahui lampu indikator tekanan ban mobil menyala menjadi keputusan yang bijak. Anda harus segera melakukan pengisian tekanan ban sesuai dengan standar. 

Ingat, setiap jenis mobil mempunyai syarat tekanan angin yang berbeda-beda. Anda bisa menemukan standarnya di buku manual atau stiker yang tertempel di bingkai pintu atau pintu mobil. 

Lakukan pengecekan tekanan ban secara rutin ya. Dapatkan berbagai informasi keamanan dalam berkendara hanya di https://suzukimobilsultra.co.id/.